A. Pemuda
Pemuda dalam pengertian adalah manusia-manusia yang berumur 15 – 21 tahun.
Kedudukan pemuda dalam masyarakat adalah sebagai mahluk moral, mahluk sosial. Artinya beretika, bersusila, dijadikan sebagai barometer moral kehidupan bangsa dan pengoreksi. Sebagai mahluk sosial artinya pemuda tidak dapat berdiri sendiri, hidup bersama-sama, dapat menyesuaikan diri dengan norma-norma, kepribadian, dan pandangan hidup yagn dianut masyarakat. Sebagai mahluk individual artinya tidak melakukan kebebasan sebebas-bebasnya, tetapi disertai ras tanggung jawab terhadap diri sendiri, terhadap masyarakat, dan terhadap Tuhan Yang maha Esa.
B. Sosialisasi Pemuda
1. Internalisasi Belajar dan Sosialisasi.
Remaja adalah sebagai individu dan masa pancaroba yang mempunyai penilaian yang belum mendalam terhadap norma,etika,dan agama.
2. Pemuda dan Identitas
Pemuda adalah suatu generasi yang di pundak nya terbebani bermacam macam harapan mempunyai banyak potensi positif yang dapat di kembangkan.
3. Perguruan dan pendidikan
Karena sangat pentingnya kita sebagai pemuda dalam mengenyam bangku pendidikan kita lihat di sana pemuda mendapat proses sosialisasi terpanjag,dan juga pemuda akan mempunyai pandangan yang lebih luas dan jauh ke depan serta keterampilan berorganisasi.
Pola dasar pembinaan dan pengembangan generasi muda:
Berlandaskan:
1. Landasan idiil
> pancasila
2. Landasan Konstitusional
>UUD 1945
3.Landasan Strategis
> garis Besar Haluan Negara
4. Landasan Historis
> Sumpah pemuda tahun 1928 dan proklamasi kemerdekaan.
5. Landasan Normatif
> Etika,tata Nilai ,dan Tradisi leluhur
Proses Sosialisasi
Adalah proses yang membantu individu melalui belajar dan penyusuaian diri.
Lembaga nya :
>Keluarga.
> Sekolah.
> Kelompok sebaya.
Tujuan nya:
1. Agar individu tersebut dapat di beri ilmu pengetahuan.
2. Mengendalikan fungsi fungsi organic.
3. Dapat bertingkah laku selaras dengan masyarakat.
4. Agar individu tersebut dapat berkomunikasi secara efektif dalam mengembangkan dirinya sendiri.
Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab.
Minggu, 31 Oktober 2010
Individu Keluarga dan Masyarakat
A.INDIVIDU
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
B.KELUARGA
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah lembaga social sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
• Keluarga nuklir/inti/batih (nuclear family) : Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
• Keluarga tua (extended family) : Keluarga kekerabatan yang terdiri dari 3 atau 4 keluarga batih yang terikat oleh hubungan orang tua anak atau saudara kandung oleh suatu tempat tinggal bersama yang besar.
• Keluarga Individu tersebut merupakan salah satu keturunan.
C.MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
Menilik kenyataan di lapangan,suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga berlatar belakang suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern).
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpngkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang pohon, berladang dan berternak. Sedangkan kaum wanita melakuakan pekerjaann yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak ,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional maupun internasional.
Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1) Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini juga disebut kelompok “face to face group”, sebab para anggota sering berdialog bertatap muka. Sifat interaksi dalam kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja dan tugas pada kelompok menenerima serta menjalankannya tidak secara paksa, namun berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab para anggota secara sukarela.
Contoh-contohnya : keluarga, rukun tetangga, kelompok agama, kelompok belajar dan lain-lain.
b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi, pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas berdasarkan kemampuan dan keahlian tertentu, disamping itu dituntut pula dedikasi. Hal-hal tersebut dibutuhkan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contohnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja/buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Kelompok sekunder dapat dibagi dua yaitu : kelompok resmi (formal group) dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah kelompok tidak resmi tidak berststus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) seperti lazim berlaku pada kelompok resmi.
2) Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagi dasar untuk mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya, tetapi ia lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana dan yang kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya daiabaikan (Soerjono Soekanto, 1982 :190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis juga menjadi cirri dari bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja dengan majikan menjadi lebih nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum industralis mengganti tenaga manusia dengan mesin.
Interaksi Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Seorang individu barulah individu apabila pola prilakunya yang khas dirinya diproyeksikan pada suatu lingkungan social yang disebut masyarakat.
Gambaran mengenai relasi individu dengan lingkungan sosialnya:
a) relasi individu dengan dirinya
b) relasi individu dengan keluarga
c) relasi individu denganlembaga
d) relasi individu dengan komunitas
e) relasi individu dengan masyarakat
f) relasi individu dengan nasional
D.HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
Individu tidak akan jelas identitasnya tanpa adanya suatu masyarakat yang menjadi latar belakang keberadaanya. Individu berusaha mengambil jarak dan memproses dirinya untuk membentuk perilakunya yang selaras dengan keadaan dan kebiasaan yang sesuai dengan perilaku yang telah ada pada dirinya.
Manusia sebagai individu salalu berada di tengah-tengah kelompok individu yang sekaligus mematangkannya untuk menjadi pribadi yang prosesnya memerlukan lingkungan yang dapat membentuknya pribadinya. Namun tidak semua lingkungan menjadi faktor pendukung pembentukan pribadi tetapi ada kalanya menjadi penghambat proses pembentukan pribadi.
B.KELUARGA
Keluarga berasal dari bahasa sansekerta kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu.
Menurut Sigmund Freud, keluarga terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Sedangkan menurut Durkhem, keluarga adalah lembaga social sebagai hasil factor-faktor politik, ekonomi, dan lingkungan.
Secara umum dapat dikatakan bahwa keluarga merupakan atau kelompok orang yang mempunyai hubungan darah dan perkawinan. Terdiri dari:
• Keluarga nuklir/inti/batih (nuclear family) : Keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan anak.
• Keluarga tua (extended family) : Keluarga kekerabatan yang terdiri dari 3 atau 4 keluarga batih yang terikat oleh hubungan orang tua anak atau saudara kandung oleh suatu tempat tinggal bersama yang besar.
• Keluarga Individu tersebut merupakan salah satu keturunan.
C.MASYARAKAT
Masyarakat adalah suatu kelompok manusia yang telah memiliki tatanan kehidupan, norma-norma, adat istiadat yang sama-sama ditaati dalam lingkungannya.
Tatanan kehidupan, norma-norma yang mereka miliki itulah yang dapat menjadi dasar kehidupan sosial dalam lingkungan mereka, sehingga dapat membentuk suatu kelompok manusia yang memiliki ciri-ciri kehidupan yang khas.
Menilik kenyataan di lapangan,suatu kelompok masyarakat dapat berupa suatu suku bangsa. Bisa juga berlatar belakang suku.Dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu masyarakat, dapat digolongkan menjadi masyarakat sederhana dan masyarakat maju (masyarakat modern).
1. Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitif) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpngkal tolak dari kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan alam yang buaspada saat itu. Kaum pria melakukan pekerjaan yang berat-berat seperti berburu, menangkap ikan di laut, menebang pohon, berladang dan berternak. Sedangkan kaum wanita melakuakan pekerjaann yang ringan-ringan seperti mengurus rumah tangga, menyusui dan mengasuh anak-anak ,merajut, membuat pakaian, dan bercocok tanam.
2. Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai.
Organisasi kemasyarakatan tumbuh dan berkembang dalam lingkungan terbatas sampai pada cakupan nasional, regional maupun internasional.
Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan sebagai kelompok masyarakat non industri dan masyarakat industri.
1) Masyarakat Non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu :
a. Kelompok primer
Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Kelompok primer ini juga disebut kelompok “face to face group”, sebab para anggota sering berdialog bertatap muka. Sifat interaksi dalam kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja dan tugas pada kelompok menenerima serta menjalankannya tidak secara paksa, namun berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab para anggota secara sukarela.
Contoh-contohnya : keluarga, rukun tetangga, kelompok agama, kelompok belajar dan lain-lain.
b. Kelompok sekunder
Antaran anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena itu sifat interaksi, pembagian kerja, antaranggota kelompok diatur atas dasar pertimbangan-pertimbangan rasiomnal dan objektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/tugas berdasarkan kemampuan dan keahlian tertentu, disamping itu dituntut pula dedikasi. Hal-hal tersebut dibutuhkan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contohnya: partai politik, perhimpunan serikat kerja/buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Kelompok sekunder dapat dibagi dua yaitu : kelompok resmi (formal group) dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjadi adalah kelompok tidak resmi tidak berststus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) seperti lazim berlaku pada kelompok resmi.
2) Masyarakat Industri
Durkheim mempergunakan variasi pembagian kerja sebagi dasar untuk mengklarifikasikan masyarakat, sesuai dengan taraf perkembangannya, tetapi ia lebih cenderung memergunakan dua taraf klarifikasi, yaitu sederhana dan yang kompleks. Masyarakat yang berada di antara keduanya daiabaikan (Soerjono Soekanto, 1982 :190).
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat bertambah tinggi. Solidaritas didasarkan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan. Otonomi sejenis juga menjadi cirri dari bagian/kelompok-kelompok masyarakat industri dan diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Laju pertumbuhan industri-industri berakibat memisahkan pekerja dengan majikan menjadi lebih nyata dan timbul konflik-konflik yang tak terhindarkan, kaum pekerja membuat serikat-serikat kerja/serikat buruh yang diawali perjuangan untuk memperbaiki kondisi kerja dan upah. Terlebih setelah kaum industralis mengganti tenaga manusia dengan mesin.
Interaksi Antara Individu, Keluarga Dan Masyarakat
Seorang individu barulah individu apabila pola prilakunya yang khas dirinya diproyeksikan pada suatu lingkungan social yang disebut masyarakat.
Gambaran mengenai relasi individu dengan lingkungan sosialnya:
a) relasi individu dengan dirinya
b) relasi individu dengan keluarga
c) relasi individu denganlembaga
d) relasi individu dengan komunitas
e) relasi individu dengan masyarakat
f) relasi individu dengan nasional
D.HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA, MASYARAKAT, DAN KEBUDAYAAN
Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan. Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Tidak akan pernah ada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak ada individu. Sementara di pihak lain untuk mengembangkan eksistensinya sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga dan masyarakat, yaitu media di mana individu dapat mengekspresikan aspek sosialnya. Di samping itu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.
Lingkungan sosial yang pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di dalam keluargalah individu mengembangkan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui keluarga pula individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial dalam rangka mengembangkan kapasitasnya sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial individu yang lebih luas. Di dalam masyarakat, individu mengejewantahkan apa-apa yang sudah dipelajari dari keluarganya. Mengenai hubungan antara individu dan masyarakat ini, terdapat berbagai pendapat tentang mana yang lebih dominan. Pendapat-pendapat tersebut diwakili oleh Spencer, Pareto, Ward, Comte, Durkheim, Summer, dan Weber. Individu belum bisa dikatakan sebagai individu apabila dia belum dibudayakan. Artinya hanya individu yang mampu mengembangkan potensinya sebagai individulah yang bisa disebut individu. Untuk mengembangkan potensi kemanusiaannya ini atau untuk menjadi berbudaya dibutuhkan media keluarga dan masyarakat.
Berbagai Macam Layanan Online Oleh UNIVERSITAS GUNADARMA
Berbagai macam layanan online yang disediakan oleh Universitas Gunadarma untuk memberikan kemudahan kepada seluruh keluarga besar Universitas Gunadarma untuk memperoleh informasi lebih cepat dalam lingkup Universitas Gunadarma. Berikut beberapa contoh layanan online beserta kegunaannya :
1. STUDENTSITE
Website yang diperuntukan untuk seluruh mahasiswa UNIVERSITAS GUNADARMA untuk mendapatkan berbagai informasi ataupun tugas yang diberikan oleh dosen. Pada studentsite mahasiswa dapat mengetahui jadwal kuliah, pesan/tugas dari dosen, dapat mengirim dan menerima email, serta sebagai media untuk memasukkan tulisan para mahasiswa untuk diterbitkan di warta warga Universitas Gunadarma.
http://studentsite.gunadarma.ac.id/
2. BAAK ONLINE
Biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa UNIVERSITAS GUNADARMA.Dalam fitur BAAK online ini mahasiswa dapat melihat jadwal perkuliahan sesuai dengan kelas masing-masing serta mahasiswa dapat melihat informasi dengan cepat dan tidak perlu datang ke kampus untuk melihat informasi terbaru.
http://baak.gunadarma.ac.id/
3. HELPDESK
Memberikan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email,username,password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma. Dengan situs ini apabila mahasiswa mengirimkan keluhan ke helpdesk, mahasiswa akan menerima respon balik yang cepat.
http://helpdesk.gunadarma.ac.id/
4. KARIR GUNADARMA
Website yang membantu para alumni yang ingin bekerja dan disalurkan oleh gunadarma.
http://career.gunadarma.ac.id/
5. UGPEDIA
UGPEDIA merupakan suatu wadah sumbangsih bagi civitas akademika khususnya dan bagi masyarakat umumnya, disini anda dapat mencari dan memberi arah informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas. Website yang terdiri dari informasi terkini tentang universitas gunadarma.Mulai dari Penerimaan Mahasiswa Baru,Perkuliahan,Fasilitas Gunadarma, dll.
http://ugpedia.gunadarma.ac.id/
6. WARTA WARGA
Warta warga ini menyediakan Layanan yang berisi tulisan-tulisan yang ditulis oleh mahasiswa atau dosen. disini kita dapat melihat berbagai macam tulisan dan mengomentari tulisan-tulisan tersebut sesuai dengan kategorinya masing-masing. Dan di situs inilah kita dapat menyalurkan inspirasi kita yang bermanfaat bagi orang banyak.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/
7. LIBRARY
Situs ini ditujukan untuk anggota Perpustakaan Universitas Gunadarma secara khusus dan masyarakat pada umumnya. Layanan-layanan jarak jauh disediakan pada situs ini untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa Perpustakaan Universitas Gunadarma untuk meningkatkan pengetahuannya.
Di dalamnya berisi fitur-fitur seperti Home,Profil,Layanan,Koleksi,Peraturan,Petunjuk dan SOP online.
http://library.gunadarma.ac.id/
8. UG COMMUNITY
Karena adanya kesamaan identitas, ingin berbagi, peduli dan partisipasi serta adanya minat yang sama, baik itu mahasiswa, dosen dan juga alumni kita berbagi informasi! Layanan ini memberikan wadah kepada mahasiswa ataupun dosen yang memiliki minat yang sama dan dijadikan sarana komnikasi yang lebih fleksibel.
Situs ini menyediakan berbagai menu layanan seperti
1. UG RADIO yang berisi saluran radio yang dimiliki Universitas Gunadarma.
2. HOME menampilakn laman depan situs.
3. BLOGS menyediakan tempat untuk memasukan blog yang kita miliki untuk berbagi informasi.
4. FORUM yang berisi tentang berbagai informasi yang dapat kita peroleh dengan diskusi.
5. UG’ERS menampilakan fitur-fitur yang dapat kita gunakan untuk menjadi member.
6. GALLERY berisi fitur yang dapat digunakan untuk memasukkan dokumen berupa image.
7. GROUPS menampilkan berbagai jenis group.
8. MUSIC memudahkan dalam pencarian music yang diinginkan.
9. VIDEOS berisi video-video yang telah di postkan.
10. EVENT berisi pemberitahuan acara.
http://community.gunadarma.ac.id/
9. E-LEARNING
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Depok, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-timeataupun secara off-line atau archieved.
Adapun menu layanan yang disediakan pada situs ini antara lain:
1. EBOOK yang berisi berbagai macam modul perkuliahan yang dibutuhkan di berbagai jurusan.
2. SAP ONLINE yang berisi memudahkan mencari acara perkuliahan di seluruh jurusan yang ada di Universitas Gunadarma.
3. VIRTUAL CLASS yang dapat di gunakan untuk mempersingkat log in ke dalam menu layanan ini.
4. MATERIAL yang berisi dokumen-dokumen mata kuliah.
5. ILAB
http://elearning.gunadarma.ac.id/
10. UG OPEN COURSEWARE
UG OpenCourseWare tidak memberikan kredit atau derajat, dan tidak menyediakan akses fakultas. UG OpenCourseWare memberi Anda akses terbuka untuk bahan yang digunakan dalam berbagai kursus.
Fitur-fitur yang disediakan antara lain,
1. HOME sebagai tampilan laman depan pada situs ini.
2. ABOUT OCW
3. HELP, yang berisi tentang bagaimana penggunaan situs ini.
4. FEEDBACK
http://ocw.gunadarma.ac.id/
11. MEDIA CENTER UG
website yang berisi tentang informasi situs resmi gunadarma. seperti profile gunadarma,program akademik,fakultas yang terdapat di gunadarma university.
http://mediacenter.gunadarma.ac.id/
1. STUDENTSITE
Website yang diperuntukan untuk seluruh mahasiswa UNIVERSITAS GUNADARMA untuk mendapatkan berbagai informasi ataupun tugas yang diberikan oleh dosen. Pada studentsite mahasiswa dapat mengetahui jadwal kuliah, pesan/tugas dari dosen, dapat mengirim dan menerima email, serta sebagai media untuk memasukkan tulisan para mahasiswa untuk diterbitkan di warta warga Universitas Gunadarma.
http://studentsite.gunadarma.ac.id/
2. BAAK ONLINE
Biro yang menangani segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dan administrasi akademik bagi seluruh mahasiswa UNIVERSITAS GUNADARMA.Dalam fitur BAAK online ini mahasiswa dapat melihat jadwal perkuliahan sesuai dengan kelas masing-masing serta mahasiswa dapat melihat informasi dengan cepat dan tidak perlu datang ke kampus untuk melihat informasi terbaru.
http://baak.gunadarma.ac.id/
3. HELPDESK
Memberikan pelayanan terhadap masalah yang berkaitan dengan account (email,username,password), penggunaan internet maupun wifi di lingkungan Universitas Gunadarma. Dengan situs ini apabila mahasiswa mengirimkan keluhan ke helpdesk, mahasiswa akan menerima respon balik yang cepat.
http://helpdesk.gunadarma.ac.id/
4. KARIR GUNADARMA
Website yang membantu para alumni yang ingin bekerja dan disalurkan oleh gunadarma.
http://career.gunadarma.ac.id/
5. UGPEDIA
UGPEDIA merupakan suatu wadah sumbangsih bagi civitas akademika khususnya dan bagi masyarakat umumnya, disini anda dapat mencari dan memberi arah informasi yang berkaitan dengan Universitas Gunadarma, mulai dari pendaftaran, perkuliahan, alumni, prosedur-prosedur, fasilitas serta hal-hal yang berhubungan dengan istilah yang sering ditemui di lingkup pendidikan universitas. Website yang terdiri dari informasi terkini tentang universitas gunadarma.Mulai dari Penerimaan Mahasiswa Baru,Perkuliahan,Fasilitas Gunadarma, dll.
http://ugpedia.gunadarma.ac.id/
6. WARTA WARGA
Warta warga ini menyediakan Layanan yang berisi tulisan-tulisan yang ditulis oleh mahasiswa atau dosen. disini kita dapat melihat berbagai macam tulisan dan mengomentari tulisan-tulisan tersebut sesuai dengan kategorinya masing-masing. Dan di situs inilah kita dapat menyalurkan inspirasi kita yang bermanfaat bagi orang banyak.
http://wartawarga.gunadarma.ac.id/
7. LIBRARY
Situs ini ditujukan untuk anggota Perpustakaan Universitas Gunadarma secara khusus dan masyarakat pada umumnya. Layanan-layanan jarak jauh disediakan pada situs ini untuk memberikan kemudahan bagi pengguna jasa Perpustakaan Universitas Gunadarma untuk meningkatkan pengetahuannya.
Di dalamnya berisi fitur-fitur seperti Home,Profil,Layanan,Koleksi,Peraturan,Petunjuk dan SOP online.
http://library.gunadarma.ac.id/
8. UG COMMUNITY
Karena adanya kesamaan identitas, ingin berbagi, peduli dan partisipasi serta adanya minat yang sama, baik itu mahasiswa, dosen dan juga alumni kita berbagi informasi! Layanan ini memberikan wadah kepada mahasiswa ataupun dosen yang memiliki minat yang sama dan dijadikan sarana komnikasi yang lebih fleksibel.
Situs ini menyediakan berbagai menu layanan seperti
1. UG RADIO yang berisi saluran radio yang dimiliki Universitas Gunadarma.
2. HOME menampilakn laman depan situs.
3. BLOGS menyediakan tempat untuk memasukan blog yang kita miliki untuk berbagi informasi.
4. FORUM yang berisi tentang berbagai informasi yang dapat kita peroleh dengan diskusi.
5. UG’ERS menampilakan fitur-fitur yang dapat kita gunakan untuk menjadi member.
6. GALLERY berisi fitur yang dapat digunakan untuk memasukkan dokumen berupa image.
7. GROUPS menampilkan berbagai jenis group.
8. MUSIC memudahkan dalam pencarian music yang diinginkan.
9. VIDEOS berisi video-video yang telah di postkan.
10. EVENT berisi pemberitahuan acara.
http://community.gunadarma.ac.id/
9. E-LEARNING
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Depok, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-timeataupun secara off-line atau archieved.
Adapun menu layanan yang disediakan pada situs ini antara lain:
1. EBOOK yang berisi berbagai macam modul perkuliahan yang dibutuhkan di berbagai jurusan.
2. SAP ONLINE yang berisi memudahkan mencari acara perkuliahan di seluruh jurusan yang ada di Universitas Gunadarma.
3. VIRTUAL CLASS yang dapat di gunakan untuk mempersingkat log in ke dalam menu layanan ini.
4. MATERIAL yang berisi dokumen-dokumen mata kuliah.
5. ILAB
http://elearning.gunadarma.ac.id/
10. UG OPEN COURSEWARE
UG OpenCourseWare tidak memberikan kredit atau derajat, dan tidak menyediakan akses fakultas. UG OpenCourseWare memberi Anda akses terbuka untuk bahan yang digunakan dalam berbagai kursus.
Fitur-fitur yang disediakan antara lain,
1. HOME sebagai tampilan laman depan pada situs ini.
2. ABOUT OCW
3. HELP, yang berisi tentang bagaimana penggunaan situs ini.
4. FEEDBACK
http://ocw.gunadarma.ac.id/
11. MEDIA CENTER UG
website yang berisi tentang informasi situs resmi gunadarma. seperti profile gunadarma,program akademik,fakultas yang terdapat di gunadarma university.
http://mediacenter.gunadarma.ac.id/
Jumat, 29 Oktober 2010
Penduduk Masyarakat dan Kebudayaan
A. Pengertian Penduduk
Dalam ilmu sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu Demografi. Salah satu masalah terbesar ang kita hadapi yaitu meledaknya pertumbuhan penduduk. Pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Jika populasi manusia bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah pertumbuhan penduduk lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup. Dengan tingginya laju pertumbuhan penduduk, maka jumlah kebutuhan makanan pun meningkat padahal lahan yang ada sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, maka hutan pun mulai dibabat habis untuk menambah jumlah lahan pertanian yang ujungnya juga makanan untuk manusia.B. Pengertian Masyarakat
Masyarakat merupakan salah satu satuan sosial sistem sosial, atau kesatuan hidup manusia. Istilah masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa Arab Syakara yang berarti ikut serta atau partisipasi, kata Arab masyarakat berarti saling bergaul yang istilah ilmiahnya berinteraksi.
Ada beberapa komponen masyarakat diantaranya :
a. Populasi dengan aspek-aspek genetik dan demografik
b. Kebudayaan sebagai produk dari aktivitas cipta rasa, karsa dan karya manusia. Isi kebudayaan meliputi beberapa sistem nilai, yaitu sistem peralatan (teknologi), ekonomi, organisasi, ilmu pengetahuan, kesenian, dan kepercayaan sistem bahasa.
Masyarakat tidak begitu saja muncul seperti sekarang ini, tetapi adanya perkembangan yang dimulai dari masa lampau sampai saat sekarang ini dan terdapat masyarakat yang mewakili masa tersebut. Masyarakat ini kemudian berkembang mengikuti perkembangan jaman sehingga kemajuan yang dimiliki masyarakat sejalan dengan perubahan yan terjadi secara global, tetapi ada pula masyarakat yang berkembang tidak seperti mengikuti perubahan jaman melainkan berubah sesuai dengan konsep mereka tentang perubahan itu sendiri.
C. Pengertian Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari bahasa Sansekerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Budaya atau Kebudayaan adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbada budaya dan menyesuiakan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari. Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh. budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas. Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif. Unsur-unsur sosio-budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan sosial manusia.
D. Keterkaitan Antara Penduduk, Masyarakat dan Kebudayaan
Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya. Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan. Kebudayaan sendiri berarti hasil karya manusia untuk melangsungkan ataupun melengkapi kebutuhan hidupnya yang kemudian menjadi sesuatu yang melekat dan menjadi ciri khas dari pada manusia tersebut.
Masyarakat dan kebudayaan terus berkembang dari masa ke masa. Pada zaman dahulu, manusia hidup berpindah dari suatu tempat ke tempat lainnya, masyarakat yang hidup dalam keadaan yang seperti ini di sebut dengan masyarakat nomaden. Mereka berpindah ke tempat lain jika bahan makanan yang ada di derah mereka telah habis. Namun, seiring dengan waktu mereka mulai belajar untuk melestarikan daerah di mana mereka tinggal. Mereka mulai bercocok tanam dan berternak untuk melangsungkan kehidupan mereka. Hingga saat ini kegiatan bercocok tanam menjadi ciri khusus masyarakat Indonesia dan dengan demi kian Indonesia disebut dengan negara agraris, karena sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani hingga mereka dapat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Pada zaman purba, masyarakat mulai tumbuh dan berkembang beserta dengan tumbuhnya peraturan – peraturan yang berlaku dan mengikat keberadaan masyarakat tersebut. Mereka hidup di bawah pimpinan raja yang berkuasa. Mereka juga mulai mengenal tulisan. Pada zaman ini masyarakat mulai mengenal suatu kepercayaan yang lebih jelas jika dibandingkan dengan masyarakat yang hidup pada zaman sebelumnya. Mereka yang dulu hidup dengan menyembah batu dan pepohonan besar kini mulai menyembah apa yang mereka sebut sebagai Tuhan. Kepercayaan yang berkembang pada zaman ini adalah agama Hindu dan Budha. Kedua agama ini membawa pengaruh yang sangat besar bagi masyarakat dan kebudayaan Indonesia. Bukan hanya dari segi kebudayaan tetapi juga dalam bentuk susunan masyarakat hingga kepada adat istiadat, karya seni dan sastra serta bentuk bangunan. Banyak sekali karya seni berupa lukisan, patung – patung dan candi – candi yang bercorak hindu maupun budha yng di bangun pada zaman ini.
Langganan:
Komentar (Atom)